Selasa, 13 November 2018

Pengertian DHCP Beserta Fungsinya

Pengertian DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

Dynamic Host Configuration Protocol atau DHCP, adalah suatu protokol client atau server yang memiliki fungsi untuk membuat dan menyewakan alamat IP secara otomatis kepada komputer client atau host client baik itu secara massal atau per unit. Selain pembuatan alamat IP, DHCP ini juga mampu memberikan default gateway, DNS, hostname, dan domain name secara otomatis. Ada 2 arsitektur dalam menjalankan cara kerja DHCP ini, yakni DHCP server dan DHCP client.

Pengertian DHCP Server dan DHCP Client

DHCP server adalah suatu perangkat engine yang dapat menyediakan alamat IP, DNS, default gateway dan berbagai informasi TCP/IP lainnya untuk komputer client yang memintanya. Sistem operasi komputer yang menyediakan layanan DHCP server ini seperti Windows NT server, windows 2003 server, GNU atau linux.
DHCP client adalah suatu perangkat client yang mengoperasikan perangkat lunak DHCP client sehingga dapat tersinkronisasi dengan DHCP server untuk menerima alamat IP,DNS, dan default gateway secara otomatis. Komputer client biasanya terhubung dengan DHCP server seperti diantaranya windows NT workstation, windows 2000 professional, windows XP, windows vista, windows 7, windows 8, windows 10 dan linux.

Fungsi DHCP secara Umum

  • DHCP digunakan oleh network administrator untuk mengelola jaringan komputer dan pengalamatan IP address secara otomatis.
  • DHCP digunakan untuk memberikan layanan penyawaan IP address secara otomatis kepada komputer client yang tersambung dengan server.
  • DHCP mempercepat kinerja komputer client dalam proses pengiriman atau pengolahan data.
  • DHCP server dapat memberikan layanan sewa ip address dinamis maupun statis.
  • DHCP mampu melayani penyewaan network dalam jumlah massal.

Cara Kerja DHCP Server dan Client

Sistem kerja DHCP server dalam menyewakan alamat IP kepada DHCP client ini memiliki beberapa tahap. Berikut ulasan cara kerja DHCP yang ada pada umumnya :
  1. IP Least Request : Komputer client meminta alamat IP address ke DHCP server.
  2. IP least Offer : DHCP server menawarkan alamat IP address yang tersedia kepada komputer client.
  3. IP lease Selection : Komputer client menerima alamat IP address yang ditawarkan DHCP server dan melakukan penyewaan kepada DHCP server selama batas waktu tertentu.
  4. IP Lease Acknowledge : DHCP server menerima penyewaan DHCP client dan memberikan alamat IP address serta memberikan subnet jaringan lainnya sebagai fasilitas tambahan. Kemudian DHCP client melakukan aktifasi/inisialisasi dengan mengikat alamat IP sehinggal alamat IP itu tidak dapat diambil oleh komputer client lainnya, selanjutnya komputer client bisa digunakan untuk bekerja pada jaringan DHCP server yang sudah dikonfigurasi.

Pengertian Spread Spectrum, DSSS, FHSS

Spread spectrum adalah sebuah metode komunikasi dimana semua sinyal komunikasi disebar di seluruh spektrum frekuensi yang tersedia. Pada awalnya dikembangkan untuk kepentingan militer dan intelejen. Ide dasarnya adalah untuk menyebarkan sinyal informasi melalui bandwidth yang lebih luas untuk mencegah dilakukannya pencegatan informasi dan gangguan-gangguan lainnya. Istilah spread spectrum digunakan karena pada sistem ini sinyal yang ditransmisikan memiliki bandwidth yang jauh lebih lebar dari bandwidth sinyal informasi (mencapai ribuan kali). Proses penebaran bandwidth sinyal informasi ini disebut spreading. Spread spectrum jenis pertama yang dikembangkan dikenal dengan nama frequency hopping atau lompatan frekuensi. Versi yang terbaru adalah direct squence spread spectrum. Kedua teknik ini dipergunakan dalam berbagai produk jaringan nirkabel. Selain itu juga untuk berbagai aplikasi lainnya, seperti telepon nirkabelt (cordless telephone). Sebuah sistem spread-spectrum harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
  1. Sinyal yang dikirimkan menduduki bandwidth yang jauh lebih lebar daripada bandwidth minimum yang diperlukan untuk mengirimkan sinyal informasi
  2. Pada pengirim terjadi proses spreading yang menebarkan sinyal informasi dengan bantuan sinyal kode yang bersifat independen terhadap informasi
  3. Pada penerima terjadi proses despreading yang melibatkan korelasi antara sinyal yang diterima dan replika sinyal kode yang dibangkitkan sendiri oleh suatu generator lokal.
Dalam komunikasi spread spectrum semakin lebar bandwidth akan semakin tahan terhadap jamming dan akan semakin terjamin tingkat kerahasiaannya. Disamping itu akan semakin banyak kanal yang bisa dipakai. Seperti yang di terangkan oleh Shanon , salah seorang ahli statistik telekomunikasi, dalam ilmu komunikasi dinyatakan bahwa kapasitas kanal akan sebanding dengan bandwidth transmisi dan logaritmik dari S/N-nya. Jadi agar sistem komunikasi dapat bekerja dengan kapasitas kanal yang tetap pada level daya noise yang tinggi (S/N yang rendah), dapat dilakukan dengan jalan memperbesar bandwidth transmisi W. Disamping itu Shannon juga mengemukakan bahwa sebuah kanal dapat mentransmisikan informasi dengan probabilitas salah yang kecil apabila terhadap infromasi tersebut dilakukan pengkodean yang tepat dan rate infromasi yang tidak melebihi kapasitas kanal meskipun kanal tersebut memuat interferensi acak.
diagram
Gambar 1, Diagram Sistem Spread Spectrum
Gambar diatas menyajikan gambaran tentang karakteristik kunci beberapa sistem spektum penyebaran. Input dimasukkan ke dalam suatau channel enkoder yang menghasilkan sebuah sinyal analog dengan bandwidth sempit relatif di seputar beberapa frekuensi pusat. Sinyal ini kemudian dimodulasikan menggunakan deretan digit-digit tidak beraturan yang disebut pseudorandom sequence. Efek dari modulasi ini adalah untuk meningkatkan secara signifikan bandwith (yang menyebarkan spektrum) sinyal yang ditransmisikan. Pada ujung penerima, deretan digit yang sama di gunakan untuk mendemodulasikan sinyal spektrum penyebaran. Terakhir sinyal dimasukkan ke dalam sebuah channel dekoder untuk melindungi data.
  • Imunitas dari berbagai noise dan multipath distortion
    • Termasuk gangguan (Jamming)
  • Dapat mengacak sinyal
    • Hanya receiver yang mengetahui pengacakan kode dapat mendapat kembali sinyal
  • Beberapa user dapat mengunakan bandwidth yang lebih besar dengan sedikit interferency
    • Telepon seluler
    • Code division multiplexing (CDM)
    • Code division multiple access (CDMA)
Komentar mengenai jumlah pseudorandom adalah ordenya. Jumlah ini didapat melalui suatu algoritma menggunakan beberapa nilai awal yang disebut seed. Algoritma tersebut dapat ditentukan dan karenanya menghasilkan deretan bilangan yang tidak acak secara statistik. Bagaimanapun juga, bila algoritmanya baik, deretan yang dihasilkan akan melalui beberapa ujian yang memeriksa kecakapannya. Jumlah – jumlah semacam itu ditunjukkan sebagai pseudorandom number. Poin terpenting dari hal ini adalah walaupun mengetahui tentang algoritma dan seed, sangatlah sulit untuk memprediksikan deretan tersebut. Oleh sebab itu, hanya receiver, yang membagi informasi ini dengan sebuah transmitterlah yang mampu mengkodekan sinyal dengan sukses.
Apakah sifat sinyal pseudo random akan mampu mewakili suatu sinyal yang benar – benar random? Ada 3 sifat dasar untuk mengetahui apakah sekuen biner dapat memenuhi kriteria random.
  • Balanced property
    • Kondisi balance (seimbang) untuk sekuen biner yang bagus mensyaratkan jumlah bit 1 dan jumlah bit 0 yang muncul sama. Beda yang diijinkan maksimum adalah 1 digit.
  • Run Property
    • Suatu run didefinasikan sebagai suatu sekuen tipe single pada bit – bit (binary digit). Kemunculan digit yang berlawanan dalam suatu sekuen akan memenuhi run yang baru. Panjang run adalah jumlah digit – digit didalam run. Pada suatu periode yang tersusun dari 1 dan 0, diketahui bahwa 0.5 run masing – masing tipe 1, sepanjang sekitar 1/4 panjang 2, dan 1/8 pada panjang 3,dst.
  • Correlation Property
    • Jika suatu periode pada sekuen dibandingkan secara term by term dengan suatu siklus yang digeser terhadap dirinya sendiri, akan didapat periode dimana sinyal itu akan memiliki perulangan. Pada dua sinyal dengan periode yang sama, to s/d tn, maka keduanya benar-benar mirip. Kondisi ini dalam bentuk ternormalisasi memiliki nilai korelasi 1. Untuk suatu kondisi dimana bentuk sinyal pertama bertolak belakang dengan sinyal kedua, maka dinyatakan memiliki korelasi –1. Gambaran korelasi dua sinyal secara sederhana seperti Gambar berikut ini. Gambar a dan b memiliki korelasi 1, sedangkan gambar a dengan c memiliki korelasi –1.
Sifat sinyal random
Gambar 2, Sifat-sifat sinyal random

A. Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS)

Penggunaan channel
Gambar 3, Penggunaan channel pada FHSS
Dalam skema Frequency Hopping Spread Spectrum, sinyal disiarkan sepanjang rangkaian frekuensi radio yang kelihatannya acak, melompat dari frekuensi ke frekuensi pada titik pisah (split-socond intervals). Sebuah receiver, melompat di antara frekuensi secara sinkron dengan transmitter, lalu menangkap pesan. Sehingga orang-orang yang berusaha mendengarkan secara diam diam hanya akana mendengar bunyi titik titik yang tidak jelas. Upaya untuk mengganggu sinyal hanya akan berhasil dengan cara menghantam sedikit bit-nya.
Sistem FHSS
Gambar 4, Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Transmitter
Untuk transmisi data biner dimasukkan ke dalam sebuah modulator dengan menggunakan beberapa skema pengkodean digital-ke-analog, semacam Frequency-shift keying(FSK) atau Binary Phase-Shift Keying(BPSK). Sinyal yang dihasilkan dipusatkan disekitar beberapa frekuensi dasar. Sumber jumlah pseudorandom menyajikan apa yang dilampirkan dalam indeks didalam tabel frekuensi. Pada masing masing interval yang berurutan, dipilih sebuah frekuensi baru dari tabel. Frekuensi ini kemudian dimodulasikan melalui sinyal yang dihasilkan dari modulator awal agar menghasilkan sinyal yang baru dengan bentuk yang sama namun sekarang dipusatkan di tengah tengah frekuensi yang dipilih dari tabel.
System FHSSGambar 5, Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Receiver
Sedangkan pada penerima, sinyal spektrum penyebaran didemodulasikan menggunakan sejumlah frekuensi yang sama yang didapatkan dari tabel kemudian didemoduasikan agar menghasilkan data output. Sebagai contoh, bila FSK digunakan, modulator memilih salah satu dari dua frekuensi, katakanlah f0 atau f1, berkaitan dengan transmisi biner 1 atau biner 0.Sinyal FSK biner yang dihasilkan diartikan ke dalam frekuensi melalui suatu jumlah yang ditentukan melalui urutan output dari generator sumber pseudorandom. Sehingga, bila frekuensi yang dipilih pada waktu I adalah f1 maka sinyal pada waktu I adalah baik fi + fo maupun fi + f1.
Sinyal ditransfer secara bergantian dengan menggunakan 1MHz atau lebih dalam rentang sebuah pita frekuensi tertentu yang tetap. Prinsip dari metoda frequency hopping adalah menggunakan pita yang sempit yang bergantian dalam memancarkan sinyal radio. Secara periodik antara 20 sampai dengan 400ms (milidetik) sinyal berpindah dari channel frekuensi satu ke channel frekuensi lainnya. Pita 2.4GHz dibagi-bagi ke dalam beberapa sub bagian yang disebut channel/kanal. Salah satu standar pembagian channel ini adalah sistem ETSI (European Telecommunication Standard Institute) dengan membagi channel, dimulai dengan channel 1 pada frekuensi 2.412MHz, channel 2 pada frekuensi 2.417MHz, channel 3 pada frekuensi 2.422MHz dan seterusnya setiap 5MHz bertambah sampai channel 13.
Dengan teknologi DSSS maka untuk satu perangkat akan bekerja menggunakan 4 channel (menghabiskan 20MHz, tepatnya 17MHz). Dalam implementasinya secara normal pada lokasi dan arah yang sama hanya 3 dari 13 kanal DSSS yang bisa dipakai. Parameter lain yang memungkinkan penggunaan lebih dari 3 channel ini adalah penggunaan antena (directional antenna) dan polarisasi antena itu sendiri (horisontal/vertikal).

Slow and Fast FHSS

  • Frekwensi bergeser tiap-tiap Tc Detik
  • Durasi dari signal element adalah Ts detik
  • Ts³Slow FHSS memiliki Tc
  • Fast FHSS memiliki Tc < Ts
  • Biasanya fast FHSS memberikan improved performance dalam noise (or jamming)

Slow Frequency Hop Spread Spectrum menggunakan MFSK (M=4, k=2)

Slow FHSS

Fast Frequency Hop Spread Spectrum menggunakan MFSK (M=4, k=2)

Fast FHSS

B. Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)

Direct Sequence Spread Spectrum dipilih karena adanya kemudahan dalam mengacak data yang akan dispreading. Dalam DSSS spreading hanya menggunakan sebuah generator noise yang periodik yang di sebut Pseudo Noise Generator. Kode yang digunakan pada sistem spread spectrum memiliki sifat acak tetapi periodik sehingga disebut sinyal acak semu (pseudo random). Kode tersebut bersifat sebagai noise tapi deterministik sehingga disebut juga noise semu (pseudo noise). Pembangkit sinyal kode ini disebut Pseudo Random Generator (PRG) atau pseudo noise generator (PNG). PRG inilah yang akan melebarkan dan sekaligus mengacak sinyal data yang akan dikirimkan. Dalam skema ini, masing masing bit pada sinyal yang asli ditampilkan oleh bit- bit multipel pada sinyal yang ditransmisikan, yang disebut kode tipis(chipping). Kode tipis yang menyebarkan secara langsung sepanjang band frekuensi yang lebih luas sebanding dengan jumlah bit yang dipergunakan. Oleh karena itu, kode tipis 10-bit menyebarkan sinyal sepanjang band frekuensi yang 10 kali lebih besar dibandingkan kode tipis 1-bit.
Satu teknik dengan spektrum penyebaran deretan langsung adalah dengan mengkombinasikan stream informasi digital dengan bit stream pseudorandom menggunakan OR-eksklusif contoh pada gambar 6.
DSSS
Gambar 6.Contoh Direct Sequence Spread Spectrum
Patut dicatat bahwa bit informasi dari satu membalikan bit-bit pseudorandom dalam kombinasi tersebut, sementara bit informasi 0 menyebabkan bit-bit pseudorandom ditransmisikan tanpa mengalami inversi. Kombinasi bit stream memiliki data rate yang sama dengan deretan pseudorandom yang asli, sehingga memiliki bandwidth yang lebih lebar dibandingkan dengan stream informasi. Pada contoh ini, bit stream lebih besar 4 kali lipat rate informasi.
DSSS tx
Gambar 7a.Direct Sequence Spread Spectrum pada Transmitter
DSSS Rx
Gambar 7b.Direct Sequence Spread Spectrum pada Receiver
Gambar 7 menunjukkan implementasi deretan langsung yang khusus. Dalam hal ini, stream informasi dan stream pseudorandom bahkan dikonversi ke sinyal-sinyal analog lalu dikombinasikan, bukannya menunjukkan OR-eksklusif dari dua stream dan kemudian memodulasikannya. Penyebaran spektrum dapat dicapai melalui teknik deretan langsung yang ditentukan dengan mudah. Sebagai contoh, anggap saja sinyal informasi memiliki lebar bit sebesar tb yang ekuivalen terhadap rate data = 1/tb. Dalam hal ini, bandwidth sinyal tergantung pada teknik pengkodean, kira-kira 2/tb. Hampir sama dengan itu, bandwidth sinyal pseudorandom asalah 2/Tc dimana Tc adalah lebar bit pseudorandom input. Bandwidth sinyal yang dikombinasikan kira-kira sebesar jumlah dari 2 bandwidth tersebut. Jumlah penyebaran yang dicapai adalah hasil langsung dari rate data pseudorandom. Semakin besar data rate pseudorandom input, semakin besar jumlah penyebarannya.

Contoh Direct Sequence Spread Spectrum Menggunakan BPSK

BPSKGambar 8, Contoh DSSS menggunakan BPSK

Approximate spectrum sinyal DSSS

DSSSGambar 9, Approximate spectrum sinyal DSSS

Dasar Frekuensi Radio - sitanggangIT

Dasar Frekuensi Radio

Sebagai usaha untuk memahami aspek-aspek dari Wireless LAN tanpa kawat, seorang admin harus mempunyai suatu pondasi yang kuat di dalam Teori Fundamental Radio Frekuensi. Dalam bab ini  kita akan mendiskusikan peralatan dari RF radition dan bagaimana perilaku nya pada situasi tertentu yang dapat mempengaruhi performa dari wireless LAN. Antena akan diperkenalkan untuk menciptakan suatu pemahaman yang baik mengenai penggunaan dan peralatannya. Kita akan mendiskusikan hubungan mathematical yang ada RF sirkuit dan mengapa ini sangat penting, seperti seperti bagaimana pentingnya RF math kalkulasi.
Bagi seorang admin wireless LAN,pemahaman akan konsep RF merupakan suatu hal yang penting dlm pengimplementasiannya, perluasan, pemeliharaan, dan troubleshooting jaringan wireless tersebut.

Frekuensi Radio
Frekuensi radio merupakan suatu sinyal arus bolak-balik frekwensi tinggi (AC) yang berjalan terus pada suatu konduktor tembaga dan kemudian diradiasikan ke udara melalui sebuah antenna. Suatu antena mengubah suatu sinyal kabel mnjadi sinyal wireless dan vice versa. Ketika sinyal AC frekuensi tinggi diradiasikan ke udara, maka akan membentuk gelombang radio. Gelombang Radio ini akan menjauh dari sumber ( antena) pada suatu garis lurus di segala jurusan dengan segera.
Jika anda dapat membayangkan menjatuhkan suatu batu karang pada suatu kolam tenang dan menyaksikan riak yang bergelombang lalu menghilang pada suatu titik, kemudian anda mempunyai suatu gagasan untuk bertindak karena disebarkan dari suatu antena. Pemahaman perilaku geombang RF [yang] disebarkan ini adalah suatu bagian penting untuk mengerti mengapa dan bagaimana fungsi dari wireless LANS. Tanpa dasar pengetahuan ini, seorang admin akan tidak mampu untuk menempatkan instalasi sesuai lokai-lokasi peralatan dan tidak akan memahami bagaimana problem dari troubleshoot suatu wireless LAN.

Sebagai usaha untuk memahami aspek-aspek dari Wireless LAN tanpa kawat, seorang admin harus mempunyai suatu pondasi yang kuat di dalam Teori Fundamental Radio Frekuensi. Dalam bab ini  kita akan mendiskusikan peralatan dari RF radition dan bagaimana perilaku nya pada situasi tertentu yang dapat mempengaruhi performa dari wireless LAN. Antena akan diperkenalkan untuk menciptakan suatu pemahaman yang baik mengenai penggunaan dan peralatannya. Kita akan mendiskusikan hubungan mathematical yang ada RF sirkuit dan mengapa ini sangat penting, seperti bagaimana pentingnya RF math kalkulasi.
Bagi seorang admin wireless LAN,pemahaman akan konsep RF merupakan suatu hal yang penting dlm pengimplementasiannya, perluasan, pemeliharaan, dan troubleshooting jaringan wireless tersebut.

Perilaku Rf
RF kadang dikenal sebagai “ perokok dan cermin” sebab RF akan tampak bertindak secara tidak teratur dan tidak konsisten pada suatu keadaan. Berbagai hal sekecil connector tidak cukup ketat atau tidak sepadan pada suatu garis disebabkan adanya perilaku yang tidak menentu dan hasil yang tidak diinginkan. Bagian yang berikut ini menjelaskan beberapa jenis perilaku dan apa yang dapat terjadi pada gelombang radio ketika dipancarkan.

Keuntungan
Gain,diilustrasikan pada figur 2.2, adalah istilah digunakan untuk menguraikan suatu peningkatan di (dalam) suatu amplitudo sinyal RF.Gain pada umumnya adalah suatu proses aktif; yang brarti suatu sumber energi eksternal, contohnya RF amplifier, digunakan untuk memperkuat sinyal atau suatu antena dgn gain tinggi digunakan untuk beamwidth suatu sinyal untuk meningkatkan amplitudo sinyal nya.

Bagaimanapun juga, proses pasif dapat juga menyebabkan gain. Sebagai contoh, refleksi dari sinyal RF dapat dikombinasikan dengan sinyal utama untuk meningkatkan yang energi dari sinyal yang utama. Meningkatkan kekuatan sinyal RF mungkin dpat berakibat pada hasil yang positif maupun negatif. Tipikalnya, semakin banyak energi semakin bagus, tetapi terdapat kasus, seperti ketika suatu pemancar sedang meradiasikan energi terlalu batas energi keluaran legal, di mana ditambahkan enrginya maka akan menjadi masalah yang serius.

Kerugian
Kerugian menjelaskan adanya suatu penurunan didalam kekuatan sinyal (Gambar 2.3). Banyak hal yang dapat menyebabkan sinyal RF hilang, kedua-duanya ketika sinyal masih berada di kabel sebagai ARUS BOLAK-BALIK frekwensi tinggi sinyal elektrik dan ketika sinyal disebarkan sebagai gelombang radio lewat udara melalui antena tersebut. Ketahanan kabel dan konektor-konektor menyebabkan kerugian saat memanaskan sinyal ARUS BOLAK-BALIK. Tidak sepadan Impedansi pada kabel dan connectors dapat menyebabkan energi dibalikkan kembali ke arah sumber, dmn dapat menyebabkan degradasi sinyal. Object yang secara langsung jenjang transmisi gelombangnya disebarkan dapat menyerap, mencerminkan, atau menghancurkan sinyal RF. Kerugian dapat dengan sengaja disuntik ke dalam suatu sirkit dengan suatu alat peredam. Alat peredam RF merupakan resistor akurat yang dapat mengkonversi ARUS BOLAK-BALIK frekwensi tinggi untuk memanaskan dalam mengurangi amplitudo sinyal.

Cerminan/Pemantulan
Cerminan/Pemantulan, seperti diilustrasikan dalam 2.4, terjadi ketika suatu gelombang elektromagnetis menyebar berbenturan pada suatu obyek yang mempunyai dimensi sangat luas dmn dibandingkan dgn panjang gelombang dari penyebaran. Cerminan/Pemantulan terjadi di permukaan  bumi, bangunan, dinding, dan tempat lain yang mepunyai rintangan/pantulan. Jika permukaannya lembut, sinyal yang dicerminkan dapat tetapi utuh, meskipun terdapat beberapa kekurangan dalam penyerapan dan penyebaran sinyal itu.

Pemantulan sinyal RF dapat menyebabkan permasalahan serius untuk wireless LANS. Ini mencerminkan sinyal utama dari berbagai object di  area transmisi yang dikenal sebagai multipath. Multipath dapat berpengaruh buruk pada Wireless LAN, seperti penurunan atau membentuk danau

Pemantulan dari magnitude ini tidak pernah diinginkan dan secara tipikal memerlukan kemampuan khusus di dalam perangkat keras wirelees LAN untuk mengganti kerugian untuk itu.Kedua multipath dan keanekaragaman antena dibahas lebih lanjut pada bab 9.

Pembiasan
Pembiasan menguraikan kelenturan suatu gelombang radio yang lewat melalui suatu medium pada kepadatan yang berbeda. Sebagai gelombang RF lewat ke dalam suatu denser medium, gelombang  akan dibengkokkan berubah arah. Ketika melintasi medium seperti itu, sebagian gelombang akan dicerminkan menjauh dari sinyal yang diharapkan, dan beberapa akan dibengkokkan melalui  medium ke arah yang lain

Penyebaran
Penyebaran terjadi ketika medium gelombang yang berjalan terdiri dari object dengan dimensi yang kecil dibandingkan dengan sinyal panjang gelombang, dan nomor. Kendala per volume unit didalam yang besar. Penyebaran gelombang yang diproduksi oleh permukaan yang kasar, object kecil, atau oleh lain ketidakteraturan dalam alur sinyal. Beberapa contoh yang dapat menyebabkan penyebaran adalah suatu sistem komunikasi mobile yang meliputi daun-daunan, papan nama jalan, dan lamppost

Penyerapan
Penyerapan terjadi ketika sinyal gelombang RF menemukan suatu obyek dan kemudian diserap pada suatu material dari obyek seperti aturan yang tidak dilakukan, reflect off, pembengkokan di sekitar obyek.

VSWR
VSWR terjadi ketika ada sebuah penghalang yang tidak cocok pada alat sistem RF. "Mismatched" dalam konteks ini, berarti bahwa satu bagian alat mempunyai penambah atau pengurang dari penghalang daripada bagian dari peralatan yang disambungkan. VSWR bisa disebabkan oleh sinyal RF yang direfleksikan pada suatu poin impedance mismatch pada alur sinyal. VSWR menyebabkan kehilangan titik balik, dimana dapat diartikan sebagai kehilangan energi penerus melalui suatu sistem untuk mematikan energi yang direfleksikan kembali menuju transmitter. Bila akhir dari penghalang pada sebuah koneksi tidak cocok, maka jumlah maximum dari energi yang ditransmisikan tidak akan diterima oleh antena. Ketika bagian dari sinyal RF direfleksikan kembali menuju transmitter, level sinyal pada berbagai variansi garis lainnya akan tetap. Variansi ini merupakan indikator dari VSWR.

Untuk ilustrasi pada VSWR, bayangkan sebuah air yang mengalir melewati 2 taman pipa air. Sepanjang 2 pipa air mempunyai diameter yang sama, air akan mengalir melewati seamlessy-nya. Jika pipa tersebut disambungkan ke keran yang secara signifikan lebih besar daripada keran selanjutnya yang searah, maka akan terjadi tekanan balik pada keran dan meskipun itu terhubung anatra 2 keran.

Ilustrasi tekanan balik VSWR ini,dapat dilihat pada figure 2.8. pada contoh ini, anda dapat melihat tekanan balik tersebut dapat berakibat negatif dan tidak sedekat dan sebanyak air yang ditransfer pada keran kedua

Rasio VSWR
Kelebihan merupakan sebuah rasio, jadi ini merupakan hubungan antara 2 angka. Tipe nilai VSWR 1,5:1. dua angka ini terkait .Angka yang kedua selalu 1, mewakili persamaan yang sempurna, sebagaimn variasi angka pertama. Angka pertama terendah (mendekati 1) , adalah impedance matching terbaik yang anda miliki. Sebagai contoh, VSWR 1.1:1 adalah lebih baik daripada 1.4:1. Pengukuran VSWR 1:1 akan menunjukkan impedance match yang terbaik dan tidak ada voltase gelombang yang akan ditampakkkan pada alur sinyal.

Satuan Ukur
Ada sedikit satuan ukur yang seorang admin jaringan wireless harus segera familiar dengan nya dalam rangka efektivitas pada implementasi dan troubleshooting wireless LAN. Kita akan membicarakan semua secara detail , memberikan contoh dari kegunaan nya. Kemudian kita akan menggunakan nya untuk digunakan pada perhitungan matematika sehingga kita akan mempunyai pegangan yang kuat apa aja yang diperlukan pada bagian dari pekerjaan CWNA

Watts (W)
Bagian dasar dari power adalah watt. Watt digambarkan sebagai satu ampere(A) dari arus pada satu volt (V). Sebagai contoh apakah maksud dari unit ini, bayangkan kebun sebuah rumah yang mempunyai air yang mengalir melalui kebun itu. Tekanan pada jalur air mengambarkan tegangan pada jalur elektro. Arus air yang mengalir melalui kebun rumah menggambarkan ampere. Memikirkan tentang watt adalah hasil dari pemberian tekanan dan memberikan di sekitar kebun rumah

Miliwatt
Ketika mengimplementasikan wireless LAN, level kekuatan terendah adalah 1 miliwatt (1/1000 watt) dapat digunakan pada area yang tidak terlalu luas, dan level kekuatan pada jaringan wireless tunggal yang mempunyai segment jarang lebih dari 100 mW – cukup untuk komunikasi separuh mil (0.83 km) pada kondisi optimal. Akses point sebenar nya memiliki kekuatan pada radiasi 30-100 mW) tergantung pada bahan. Itu hanya pada kasus point to point pada koneksi di luar rungan  antar bangunan yang kekuatan level yang harus digunakan diatas 100mW. Kebanyakan level kekuatan yang dipakai oleh adalah dalam mW atau dBm.  Dua unit pengukuran ini kedua-duanya  mengambarkan nilai yang absolute dan keduanya merupakan standard pengukuran dalam industri

Decibels
Ketika sang penerima sangat sensitif untuk signal RF, mungkin saja mampu mengambil sinyal rendah senilai 0.0000000001 watts. Selain dari yang jelas maksud numericalnya, jumlah yang kecil ini mempunyai sedikit arti pada layperson dan akan mungkin diabaikan atau dibaca salah. Decibels mengijinkan kita untuk menghadirkan angka-angka ini dengan membuatnya lebih mudah dikendalikan dan lebih mudah dipahami. Decibels adalah hubungan logaritmis yang didasarkan pada  pengukuran linier yang sebelumnya diterangkan dari power:watt. Mengenai RF, suatu logaritma adalah eksponen pada nilai 10 harus diangkat untuk menjangkau beberapa nilai yang diberikan .
Jika kita memberikan nilai 1000 dan menanyakan nilai dari log nya, kita menemukan bahwa log1000 = 3 karena 10³ = 1000.

Gain dan Pengukuran Kerugian
Gain dan kerugian terukur pada decibels, bukan dari watt karena gain dan kerugian adalah konsep relatif dan decibel adalah pengukuran relatif. Gain atau kerugian  pada system RF mungkin bisa dimaksud dengan pengukuran power yang absolut (misal 10 watt dari power) atau dengan  pengukuran power yang relatif ()

Sabtu, 10 November 2018

Penjelasan Full Duplex - Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan Serta Cara Kerja


                                                            Full-Duplex Ethernet
  •  Pengertian Full Duplex

  Full-duplex adalah istilah komunikasi data yang mengacu pada kemampuan untuk mengirim dan menerima data pada saat yang bersamaan. Legacy Ethernet adalah setengah dupleks, artinya informasi dapat bergerak hanya satu arah pada satu waktu.

  Dalam jaringan yang benar-benar diaktifkan, node hanya berkomunikasi dengan switch dan tidak pernah secara langsung satu sama lain.
alam sebuah jaringan benar-benar diaktifkan, node hanya berkomunikasi dengan saklar dan tidak pernah secara langsung satu sama lain. jaringan beralih juga mempekerjakan baik twisted pair atau kabel serat optik, yang keduanya menggunakan konduktor yang terpisah untuk mengirim dan menerima data. Dalam jenis lingkungan, stasiun Ethernet dapat melupakan proses deteksi tabrakan dan mengirimkan pada kehendak, karena mereka adalah satu-satunya perangkat potensial yang dapat mengakses medium. Hal ini memungkinkan stasiun akhir untuk mengirimkan ke saklar pada saat yang sama bahwa saklar mengirimkan kepada mereka, mencapai lingkungan bebas tabrakan.

Dalam telekomunikasi, komunikasi dupleks berarti bahwa kedua ujung komunikasi dapat mengirim dan menerima sinyal pada saat yang bersamaan. Komunikasi full-duplex adalah hal yang sama. Setengah-dupleks juga merupakan komunikasi dua arah, tetapi sinyal hanya dapat mengalir dalam satu arah pada satu waktu.
  • Cara Kerja Full Duplex
Pada dasarnya komunikasi full duplex memiliki proses transmisi data yang tergolong lebih rumit, apabila dibandingkan dengan metode transmisi data simplex, ataupun half duplex. Berikut ini adalah gambaran garis besar dari prinsip dan juga cara kerja dari bentuk metode komunikasi data full duplex yan perlu anda ketahui:

  • ·         Sebuah alat ataupun device memiliki kemampuan untuk berperan sebagai transmitter, yaitu device yang memiliki informasi tertentu untuk diteruskan ke receiver
  • ·         Data yang akan dikirmkan oleh transmitter, kemudian akan ditransmisikan ke receiver dengan menggunakan metode komunikasi data tertentu. Seperti menggunakan jaringan komputer, internet, dan berbagai macam metode lainnya.
  • ·         Kemudian terdapat satu atau lebih device yang berperan sebagai receiver, yaitu device yang berguna untuk menangkap sinyal dan juga data yang sudah ditransmisikan oleh transmitter melalui jaringan.
  • ·         Device yang menjadi receiver kemudian akan memberikan respon timbal balik, berupa pengiriman data lainnya. Dalam hal ini, fungsi receiver akan berubah menjadi fungsi transmitter, yaitu menjadi pengirim data dan juga informasi
  • ·         Sama seperti proses kedua, data dan juga informasi akan diteruskan dengan menggunakan jaringan komputer, dan juga jaringan komunikasi data lainya.
  • ·         Setelah data dan juga informasi berhasil ditransmisikan, maka device atau alat yang tadinya berperan menjadi transmitter (pada proses pertama) akan berubah fungsinya menjadi receiver, yang menrima data dan juga informasi
  • ·         Proses ini akan berlangsung terus menerus, hingga komunikasi data berakhir, atau salah satu dari perangkat atau device tersebut dimatikan.

Contoh Penggunaan dari Full Duplex

  • ·         Penggunaan email atau suat elektronik.
  • ·         Penggunaan telepon rumah.
  • ·         Chatting dengan menggunakan messenger.
  • ·         Koneksi Peer to Peer LAN pada jaringan komputer.
  • ·         Koneksi jaringan yang menggunakan topologi circle.
  • ·  Semua bentuk implementasi jaringan komputer, yang memungkinkan user melakukan komunikasi dengan servernya.

 Kelebihan dari Penggunaan Metode Komunikasi Data Full Duplex

Penggunaan metode komunikasi data full duplex memiliki beberapa keuntungan dan jugakelebihan. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan juga keuntungan menggunakan komunikasi data full duplex:
  • ·         Komunikasi data dapat berjalan dengan mudah dan juga lancar
  • ·         Informasi dan juga data dapat diterima dan juga diteruskan dengan mudah
  • ·         Terjadi suatu timbal balik antar device dalam satu proses komunikasi data

Kekurangan dari Penggunaan Full Duplex
  • Kekurangan dari Full Duplex ini yaitu kedua device harus dalam keadaan On dan juga terhubung dalam sebuah jaringan. Apabila salah satu device mengalami kegagalan, maka komunikasi Full Duplex tidak dapat dijalankan.
  • Harga yang lebih Mahal,



Makalah Ethernet Mekanisme Akses - Pemecahan Masalah Lapisan Data Link Jaringan LAN


Pemecahan Masalah Lapisan
Data Link Jaringan LAN

Data Link Merupakan Lapisan Kedua dari bawah dalam model OSI, yang dapat melakukan konversi frame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan fisik.
Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area network (WAN), atau antara node di dalam sebuah segmen local area network (LAN) yang sama.


1.     Ethernet Mekanisme Akses

Ethernet adalah sebuah metode akses media jaringan dimana semua host di jaringan tersebut berbagi bandwidth yang sama dari sebuah link. Ethernetmenjadi popular karena ia mudah sekali disesuaikan dengan kebutuhan(scalable), artinya cukup mudah untuk mengintegrasikan teknologi baruseperti Fast Ethernet dan Gigabit Ethernet, kedalam infrastruktur networkyang ada. Ethernet juga relatif mudah untuk diimplementasikan dari awal,dan cara pemecahan masalahnya juga mudah.

A. Traceroute

Traceroute (Tracert) adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.

B. PING

Ping (sering disebut sebagai singkatan dari Packet Internet Gopher) adalah sebuah program utilitas yang dapat digunakan untuk memeriksa Induktivitas jaringan berbasis teknologi Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Dengan menggunakan utilitas ini, dapat diuji apakah sebuah komputer terhubung dengan komputer lainnya. Hal ini dilakukan dengan mengirim sebuah paket kepada alamat IP yang hendak diujicoba konektivitasnya dan menunggu respon darinya.

C. ICMP

Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah salah satu protokol utama dari Internet Protocol Suite Hal ini digunakan oleh perangkat jaringan komputer, seperti router, untuk mengirim pesan yang menunjukkan kesalahan, misalnya layanan yang diminta tidak tersedia atau host atau router tidak bisa dihubungi. ICMP juga dapat digunakan untuk menyampaikan pICMP adalah singkatan dari Internet Control Message Protocol sebagaimana didefinisikan oleh RFC 792 dan RFC 1122 digunakan untuk melaporkan kesalahan jaringan dan menghasilkan pesan yang membutuhkan perhatian. Sebagai protokol, Fungsi ICMP adalah mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus.esan permintaan, Hal ini ditugaskan pada protokol nomor 1. ICMP untuk Internet Protocol versi 4 (IPv4) juga dikenal sebagai ICMPv4. IPv6 memiliki protokol yang sama, ICMPv6 . (Admin, 2014)
Internet Control Message Protocol (ICmP) adalah bagian dari keluarga protokol Internet dan didefinisikan di dalam RFC 792. Pesan-pesan ICMP umumnya dibuat sebagai jawaban atas kesalahan di datagram IP (seperti yang dispesifikasikan di RFC1122) atau untuk kegunaan pelacakan atau routing.
Versi ICMP ini juga dikenal sebagai ICMPv4, yang merupakan bagian dari Internet Protocol versi 4. Sedangkan versi terkini yaitu ICMPv6.

D. Port Layer OSI

Dalam protokol jaringan TCP/IP, sebuah port adalah mekanisme yang mengizinkan sebuah komputer untuk mendukung beberapa sesi koneksi dengan komputer lainnya dan program di dalam jaringan. Port dapat mengidentifikasikan aplikasi dan layanan yang menggunakan koneksi di dalam jaringan TCP/IP. Sehingga, port juga mengidentifikasikan sebuah proses tertentu di mana sebuah server dapat memberikan sebuah layanan kepada klien atau bagaimana sebuah klien dapat mengakses sebuah layanan yang ada dalam server. Port dapat dikenali dengan angka 16-Bit (dua byte) yang disebut dengan Port Number dan diklasifikasikan dengan jenis protokol transport apa yang digunakan, ke dalam Port TCP dan Port UDP. Karena memiliki angka 16-bit, maka total maksimum jumlah port untuk setiap protokol transport yang digunakan adalah 65536 buah.

Pengertian dan Penjelasan Tentang Konsep Musik - Seni Budaya


KONSEP MUSIK

A.         Pengertian Konsep Musik
            Kata Konsep berasal dari bahasa latin conceptum, yang artinya sesuatu yang dipahami. Aristoteles dalam bukunya "The classical theory of concepts" menyatakan bahwa konsep merupakan penyusun utama dalam pembentukan pengetahuan ilmiah dan filsafat pemikiran manusia.
Penemu musik pertama kali adalah Al Farabi dengan nama lengkap Abu Nasr Muhammad Bin Tarkhan Bin Uzlaq Al Farabi. Beliau adalah seorang maestro musik ataupun pakar musik. Dialah yang menemukan not musik. Beliau lahir di Desa Wasij, Transoxiana pada tahun 870 M.
         Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama.
            Jadi Konsep Musik adalah Gagasan utama atau dasar utama dalam pembentukan irama yang di hasilkan dari suara alat alat yang menghasilkan irama.

B.          Konsep Seni Musik Terdiri Dari

1.   Suara
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online, suara adalah bunyi yang dikeluarkan dari mulut manusia dan alat-alat. Suara bisa berbentuk gumaman, dengungan, siulan, nyanyian, teriakan, atau tangisan. Pukulan, gesekan, tiupan atau tekanan pada suatu alat juga dapat menghasilkan suara. Dalam konsep seni musik, suara yang dimaksud adalah suara yang menghasilkan melodi dan harmoni lewat sebuah karya musik.

2.   Tangga Nada
Konsep seni musik yang kedua adalah tangga nada, yang didefiniskan sebagai suatu susunan nada atau tingkatan bunyi, umumnya berisi 7 nada, yaitu do, re, mi, fa, sol, la, dan si. Secara umum tangga nada yang dikenal adalah mayor dan minor. Interval pada tangga nada mayor adalah 1, 1, 1/2, 1, 1, 1, 1/2, sedangkan interval minor adalah 1, 1/2, 1, 1, 1/2, 1, 1.

3.   Durasi
Konsep seni musik ini mungkin jarang kita dengar, tetapi perannya sangat penting dalam seni musik. Menurut Galettis (2009), durasi berhubungan dengan panjang pendek nada dan tanda istirahat dalam suatu karya musik. Di dalamnya termasuk beat (ketukan), tanda birama, pulses, rhythm, meter, nilai not, tanda istirahat, dan tempo. Kita tidak akan membahas seluruh elemen durasi, tetapi hanya berfokus pada 4 elemen, yaitu beat, rhythm, meter, dan tempo.

C.         Unsur – unsur Seni Musik

1.      IRAMA
Definisi dari irama atau ritme ialah pergantian panjang pendek, renda atau tingginya nada, serta keras atau lembutnya nada atau suara. Bisa dikatakan bahwa irama merupakan satu penentu ketukan dalam musik.

2. MELODI
Pengertian melodi yaitu sebuah kesatuan frase yang tersusun atas bunyi yang urut, interval, dan tinggi rendah yang tertata rapi atau terstruktur. Jika di lihat dari unsur-unsur yang lain, melodi merupakan salah satu nilai yang menjadi daya tarik sebuah karya musik itu sendiri.

3. HARMONI
Pengertian Harmoni dalam bagian seni musik merupakan sebuah kumpulan nada yang apabila nada tersebut di mainkan secara bersamaan akan menjadi suara yang sangat elok untuk di dengar. Selain itu harmoni juga bisa di definisikan sebagai sebuah deretan akord yang disusun secara rapi dan di mainkan sebagai sebuah iringan musik.

4. BIRAMA
Pengertian dari birama adalah suatu unsur seni musik yang berbentuk sebuah ketukan atau bisa juga ayunan yang berulang datang dengan waktu yang sama dan teratur.

5. TANGGA NADA
Tangga nada merupakan urutan nada yang disusun berjenjang membentuk tangga dan dimainkan sebagai unsur penting dalam pertujukan seni musik. Tangga nada terdiri dari do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Tangga nada ini dibagi menjadi dua, yaitu:
Tangga diatonik, yaitu tangga nada yang terdiri dari tujuh nada pokok dengan dua jenis jarak (1/2 atau 1).
Tangga pentatonik, ialah tangga nada yang terdiri dari lima nada pokok saja dengan interval-interval tertentu.

6. TEMPO
Tempo merupakan cepat atau lambatnya sebuah lagu. Semakin cepat sebuah lagu dimainkan maka nilai tempo dari sebuah lagu akan semakin besar. Ukuran untuk menentukan tempo ialah beat, yaitu ketukan dasar yang digunakan untuk menghitung banyaknya ketukan dalam satu menit. Satuan dari beat ialah MM atau Metronome Malzel, yaitu alat pengukur tempo yang dibagi menjadi tiga kriteria tempo lambat, sedang, dan cepat.
Tempo dibedakan menjadi 8, diantaranya Allergo (cepat, Vivace (lebih cepat), Presto (cepat sekali(, Moderato (sedang agak cepat), Andante (sedang), Andagio (lambat), Lento (lebih lambat), dan Largo (lambat sekali).

7. DINAMIK
Untuk menciptakan suatu musik tidak terdengar monoton dan datar, maka suatu musik harus memiliki tingkatan keras dan lembutnya suatu nada. Hal ini tercipta dari bagaimana pemusik memainkan alat musiknya. Tingkatan nyaring dan lembut dalam memainkan sebuah nada disebut sebagai unsur dinamis. Unsur ini menjadi unsur terkuat yang menggambarkan emosi dan perasaan yang terkandung dalam sebuah karya seni musik, baik nuasa sedih, agresif, riang ataupun datar.

8. Timbre
Timbre merupakan kualitas atau warna bunyi dalam seni musik. Keberhasilan memunculkan unsur ini sangat bergantung pada sumber suara dan cara bergetarnya suatu instrumen. Misalnya saja, timbre yang dihasilkan alat musik petik tentu akan berbeda dengan timbre yang dihasilkan alat musik tiup meskipun dimainkan dalam satu waktu dengan nada yang sama.

9. Ekspresi
Ekspresi merupakan ungkapan perasaan hati yang dituangkan melalui mimik wajah, baik itu rasa sedih, kecewa, gembira, cinta, dan lainnya. Agar penikmat hanyut dalam musik yang dibawakan, penyanyi harus mampu beekspresi sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan melalui lagunya.

D.         Fungsi Seni Musik

1.     Seni Musik Sebagai Sarana Pengekspresian Diri
2.     Manfaat Seni Musik Sebagai Sarana Hiburan
3.     Fungsi seni musik sebagai sarana terapi
4.     Seni musik sebagai sarana upacara
5.     Fungsi karya seni musik sebagai sarana komersial
6.     Seni musik sebagai sarana pendidikan
7.     Fungsi seni musik sebagai sarana tari
8.     Fungsi seni musik untuk ajang kreatifitas
9.     Manfaat seni musik sebagai sarana komunikasi

E.       Jenis – jenis Musik / Genre
1.      Blues
Blues adalah genre musik yang berasal dari masyarakat Afrika-Amerika dan lahir sekitar akhir abad ke-19. Ciri-ciri musik blues adalah lirik awalnya yang terdiri dari satu baris yang diulang empat kali. Meskipun ciri tersebut hanya ada pada dekade pertama abad ke-20.
2.      Country
Musik country adalah genre musik populer di Amerika yang berasal dari Amerika Serikat selatan tepatnya di Atlanta dan Georgia pada tahun 1920. Ciri khas musik country adalah sebagian besar menggunakan instrumen string seperti banjo, gitar akustik, gitar listrik, biola, dan harmonika. Istilah “country” baru populer pada tahun 1940-an.
3.      Electronic
Musik electronic adalah musik yang secara keseluruhan menggunakan alat musik elektronik dan teknologi musik elektronik. Contoh alat musik elektronik adalah telharmonium, organ hammond, dan gitar listrik.
4.      Hip Hop
Musik hip hop adalah genre musik yang terdiri dari musik berirama dan bergaya yang biasanya terdapat rap dan vokal ritmis. Vokalis biasanya membaca lirik lagu seperti membaca biasa namun dengan ritme tertentu. Hip-hop biasanya dikaitkan dengan break dance, beat box, dan grafiti. Budaya musik hip hop dimulai pada tahun 1970-an.
5.      Jazz
Jazz adalah aliran musik yang berasal dari masyarakat Afrika-Amerika pada akhir abad ke-19. Musik ini dikenal memiliki alunan yang merdu. Musik ini mendapatkan pengaruh besar dari budaya Afrika Barat dan Eropa.
6.      Pop
Istilah “pop” berasal dari “populer” adalah bentuk modern dari rock and roll. Musik pop terbentuk pada tahun 1950-an. Musik ini lebih lembut dari rock and roll. Genre musik ini menjadi genre musik paling populer di dunia.
7.      R & B
R & B (atau RnB) atau singkatan dari “rhythm & blues” adalah genre yang cukup populer yang berasal dari musik Afrika-Amerika pada tahun 1940-an. Satu band RnB biasanya terdiri dari pianis, satu atau dua gitaris, vokalis, bass, drum, dan saxophone
8.      Rock
Musik rock adalah genre musik populer yang berasal dari musik rock and roll di Amerika serikat pada tahun 1950-an. Musik ini mendapat pengaruh dari blues, jazz, klasik, dll. Musik rock fokus pada gitar listrik. Satu grup musik rock terdiri dari gitar bass, gitar listrik, dan drum. Liriknya sering menekankan tentang cinta romantis atau politik dalam tekanan. Kebanyakan pemainnya adalah laki-laki.
9.      Reggae
Musik reggae adalah genre musik yang berasal dari Jamaika pada akhir tahun 1960-an. Musik ini dipengaruhi oleh jazz Amerika dan RnB. Gaya musik reggae menggabungkan beberapa unsur musik RnB, jazz, mento, calypso, musik Amerika Latin, dan musik Afrika. Salah satu elemen yang paling mudah dikenali dari musik reggae adalah ritme offbeat yang berasal dari gitar atau piano meskipun gitar bass sering berperan dominan dalam reggae.
10.  Musik klasik
lahir dari masa sekitar akhir abad ke-18, semasa hidup komponis Haydn dan Mozart. Musik klasik yang pembuatan dan penyajiannya memakai bentuk, sifat, dan gaya dari musik yang berasal dari masa lalu. Musik klasik adalah musik kuno. (Suharto, 1992:63) musik klasik hidup dan berkembang di lingkungan kaun bangsawan, di lingkungan istana atau keraton. Karya musik klasik memiliki sifat yang mempertahankan nilai-nilai dan norma yang sangat kuat.

Ø  Musik tradisional adalah musik yang dipengaruhi oleh adat, tradisi dan budaya masyarakat tertentu. Pada umumnya musik tradisi baik vokal maupun instrumen menjadi milik bersama, karena musik tradisi banyak yang tidak diketahui penciptanya, tahun tercipta. Musik tradisional dengan kesederhanaannya merupakan warisan seni budaya leluhur yang memiliki nilai luhung, diakui keberadaannya karena mampu meng-adaptasi lingkungan tempat karya musik itu hidup dan berkembang.

Ø  Musik Modern dikenal dengan sebutan musik kreasi baru. Musik ini bersumber dari musik tradisional dan musik klasik, yang dikemas dari hasil sebuah proses kreasi dari bentuk aslinya, biasanya kreasi musik ini mencerminkan sikap dinamis yang menjadi tuntunan  masyarakat. Musik modern secara  prinsip mampu mem-beri nuansa baru  meskipun materinya lama

Ø  Musik kontemporer adalah musik baru di Indonesia yang tidak berkaitan dengan tradisi sama sekali. Kriteria dari kontemporer adalah ketidak biasaan atau suatu bayangan “kebebasan sepenuhnya”. Kontemporer dianggap sebagai salah satu gaya tertentu, yang diartikan sebagai suatu sikap menggarap di ujung perkembangan seni yang digeluti.