Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Oktober 2017


Eks manajer Liverpool, Gerard Houllier punya cerita menarik soal Cristiano Ronaldo. Ternyata, The Reds nyaris merekrut pemain asal Portugal itu pada 2003.

Sayangnya, transfer itu urung terjadi karena masalah gaji. Saat itu Liverpool menolaknya karena permintaan gaji Ronaldo terlalu tinggi.

Akhirnya, Ronaldo direkrut MU. Dia terus berkembang menjadi pemain terbaik dunia hingga sekarang.
"Saya melihatnya di Turnamen Toulon U-21. Kami mendekatinya, tapi gagal," ujar Houllier, dilansir dari Mirror.

"Saat itu di Liverpool ada pembatasan gaji. Saya tak ingin melanggarnya agar suasana ruang ganti tetap kondusif," ia menambahkan.

Urung mendapatkan Ronaldo, Liverpool akhirnya merekrut Harry Kewell. Sayangnya, striker asal Australia itu gagal memberikan kontribusi maksimal.

"Mungkin Liverpool bisa meraih gelar Liga Inggris bersama Ronaldo. Namun kami sebenarnya punya Kewell, sayang saja dia mengalami cedera serius," ucap Houllier.

Jumat, 13 Oktober 2017

Pelatih Barcelona Belum Mau Istirahatkan Messi


Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde takkan mengistirahatkan Lionel Messi dalam waktu dekat. Meski pemain asal Argentina itu dinilai kelelahan usai tampil penuh dalam dua laga bersama negaranya.

Selain itu Messi juga selalu tampil sebagai starter dalam semua laga Barcelona musim ini. Posisinya tak tergantikan setelah Neymar memutuskan pergi ke PSG dan Barcelona belum mendapat pengganti sepadan.

Akhir pekan ini laga yang akan dijalani Barcelona pun tak mudah. Blaugrana akan menantang salah satu penantang gelar, Atletico Madrid.

"Saya pikir kondisi Messi sangat prima saat ini. Saya akan melihat perkembangannya sepanjang musim, namun untuk sekarang dia lebih baik terus bermain," kata Valverde seperti dilansir Soccerway.
"Memang dia agak telat ikut latihan pramusim. Namun baginya itu sangat normal," ujarnya menambahkan.

Barcelona saat ini berada di puncak klasemen La Liga dengan koleksi 21 poin. Sementara Atletico Madrid berada di posisi keempat dengan 15 poin.

Argentina ke Piala Dunia, Simeone Sanjung Performa Messi


Diego Simeone tak sungkan memuji penampilan striker Barcelona, Lionel Messi. Pelatih Atletico Madrid itu menilai kemampuan Messi tidak ada yang menandingi saat ini.

Messi menjadi sorotan tengah pekan ini. Ia mampu menjadi pahlawan Argentina untuk lolos ke Piala Dunia 2018.

Ya, membutuhkan kemenangan di kandang Ekuador, pemain jebolan Akademi Barcelona itu mampu membuat hattrick. Sekaligus membawa Tim Tango menang 3-1.

Menariknya, Simeone yang berasal dari Argentina akan berhadapan dengan Messi dinihari WIB nanti. Bahkan laga antara Atletico lawan Barcelona merupakan salah satu big match di Spanyol.

"Tentu saja saya menyaksikan penampilan Argentina. Saya sebenarnya tenang karena kami pasti menang walau tidak memulai laga dengan baik," ujar Simeone seperti dilansir Soccerway.

"Messi melakukan apa yang seluruh warga Argentina inginkan. Dia menunjukkan diri sebagai pemain terbaik dunia dalam laga itu," ujarnya menambahkan.



Manajer Spurs Kantongi Kelemahan Real Madrid


Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengaku sudah mengantongi kelemahan pelatih Real Madrid Zinedine Zidane, baik sebagai pemain dan pelatih.

Spurs akan menghadapi Real Madrid pada ajang Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (18/10/2017). Pochettino mengaku optimistis bisa meraih poin penuh atas Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.

"Kami akan mencoba untuk menang. Madrid, dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan mereka adalah tim terbaik dunia. Mereka telah menampilkan hal itu, namun saya tahu kelemahan Zidane, baik sebagai pemain dan sekarang sebagai pelatih juga," kata Pochettino.

"Jelas kami akan menggunakan senjata dan mencoba bermain baik untuk meraih kemenangan, karena kami ke sana untuk melakukan hal tersebut," ia menambahkan.

Tottenham Hotspur dan Real Madrid tergabung di Grup H bersama APOEL dan Borussia Dortmund. Real Madrid berada di posisi pertama, diikuti Tottenham di peringkat kedua.

Tottenham meraih dua kemenangan melawan Borussia Dortmund (3-1) dan APOEL (3-0), sedangkanReal Madrid mengalahkan APOEL (3-0) dan Borussia Dortmund (3-1).

Ingin Naik Gaji, Griezmann Manfaatkan MU


Madrid - Antoine Griezman memanfaatkan ketertarikan Manchester United (MU) pada dirinya untuk mendapatkan gaji besar dan kontrak baru dari Atletico Madrid. Hal itu diungkap bek Atletico, Felipe Luis.

Griezmann dan MU menjadi salah satu topik utama dalam bursa transfer musim panas 2017. Bahkan, klub berjuluk Setan Merah itu dikabarkan sudah menyiapkan nomor punggung tujuh untuk pemain Prancis tersebut.

Pada akhirnya, transfer Griezmann ke Old Trafford urung terlaksana. Menurut media-media Spanyol, Atletico Madrid tidak ingin kehilangan sang pemain karena sedang menjalani hukuman dari FIFA, yakni larangan mendaftarkan pemain baru hingga Januari 2018.

"Griezmann adalah pria yang bicara sangat jelas. Beberapa pemain sering berbicara ketika mereka tidak lagi merasa dihargai sebagaimana mestinya. Setelah itu, mereka akan mendapat banyak tawaran dari tim-tim lain" kata Felipe Luis.

"Pemain sekaliber dirinya tentu ingin mendapatkan kontrak dan gaji besar. Menurut saya, hal tersebut wajar karena Griezmann bermain sangat baik di sini."

"Pada akhirnya, untuk semua pembicaraan dengan klub lain, dia selalu berkata ingin bertahan di sini dan dia berada di sini, bahagia, dan menyukainya. Tentu saja, dia akan bertahan lebih lama," ia menambahkan.

Gagal merekrut Griezmann, MU memboyong Romelu Lukaku dari Everton. Setelah transfernya gagal, Griezmann meneken kontrak baru bersama Atletico Madrid yang akan membuatnya bertahan hingga 30 Juni 2022.

Barcelona Percaya Diri, Messi Rajin Jebol Gawang Atletico Madrid


Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, akan mengandalkan Lionel Messi saat timnya menyambangi markas Atletico Madrid, dini hari nanti WIB dalam lanjutan kompetisi Liga Spanyol. Messi belum berhenti menjadi mesin gol Blaugrana.

Messi menjadi pemain paling subur Barcelona sejauh musim ini dengan mencetak 14 gol di semua kompetisi. Di La Liga, pemain berjulukan La Pulga ini telah menyarangkan 11 gol dari tujuh laga dan memimpin daftar pencetak gol.

Melawan Atletico Madrid, penyerang internasional Argentina ini sudah mencetak 27 gol dari 34 pertandingan kontra Los Colchoneros. Bukan catatan yang positif untuk barisan belakang Diego Simeone dalam mengawal Messi.

"Messi selalu melakukan apa yang dia telah lakukan pada hari itu (saat Argentina kalahkan Ekuador) secara permanen dan kami semua sudah mengira dia akan melakukannya dan ternyata benar terjadi," tutur Valverde, seperti dilansir Reuters.

"Lebih dari itu saya terkesan kepada jiwa kompetitif dia yang permanen dan tanggung jawab yang dibebani kepadanya," ucapnya.

Barcelona sendiri berusaha memperpanjang rekor 100 persennya di La Liga selama musim ini. Valverde tak meragukan kapasitas Messi sebagai pemain terbaik yang akan membantu klub asal Katalan itu menundukkan Atletico Madrid.

"Dia (Messi) mampu menentukan setiap pertandingan menurut dia sendiri dan dia selalu mencoba melakukannya," terangnya.

"Dia mengenakan predikat pemain terbaik di dunia, tetapi dia tidak saja menyandangnya, dia membuktikannya setiap hari. Hal itu membawa level daya saing yang sangat besar," jelas mantan pelatih Athletic Bilbao ini.

Kamis, 12 Oktober 2017

Kata Iniesta Usai Perpanjang Kontrak dengan Barcelona


Kapten Barcelona, Andres Iniesta, menegaskan hubungannya dengan klub tetap baik, meski pembicaraan perpanjangan kontraknya berjalan cukup alot.

Iniesta akhirnya memperbaharui kontraknya di Barcelona dengan perpanjangan seumur hidup. Namun sebelum mencapai kata sepakat, ada pembicaraan alot antara kedua pihak.

Iniesta bahkan sempat dirumorkan akan hengkang dari Barcelona. Juventus disebut jadi klub tujuan berikutnya gelandang berusia 33 tahun tersebut.

"Tak ada masalah antara saya dengan klub. Ini murni karena sesuatu harus berjalan sealami mungkin. Anda harus berbicara dari dasar dan kami baru saja melakukannya dan tetap positif," ujar Iniesta seperti dilansir Soccerway.

"Jika kata sepakat terjadi lebih awal, saya tak bisa memastikan. Tapi inilah hasilnya," Iniesta menambahkan.

Iniesta merupakan produk asli akademi Barcelona, La Masia. Ia bergabung dengan akademi pada 1996 dan menapaki kariernya dari bawah.

Total, Iniesta telah meraih 30 trofi bersama Barcelona. Empat di antaranya merupakan trofi Liga Champions.

Barcelona Larang Vermaelen Hengkang


Thomas Vermaelen mengaku tak diizinkan hengkang oleh Barcelona pada bursa transfer Januari nanti. Padahal, bek asal Belgia ini mengaku telah mendapat sejumlah tawaran dan ingin bermain reguler.

"Klub memberitahu kalau saya tidak dapat pergi. Saya harus bertahan di saat ada tawaran dari beberapa klub," ujar Vermaelen seperti dilansir Sport.

Barcelona membeli Vermaelen dari Arsenal pada musim 2014/15. Namun Vermaelen gagal mendapatkan tempat utama di skuat Blaugrana -julukan Barcelona.

Bek berusia 31 tahun ini kalah bersaing dengan Gerard Pique dan Javier Mascherano. Alhasil, ia pun hanya jadi pemanis bangku cadangan dan lebih sering dipinjamkan ke klub lain.

Sampai akhir musim lalu, Vermaelen membela AS Roma. Sayangnya, di Roma, Vermaelen juga tidak bisa mengesankan, sehingga akhirnya ia dikembalikan ke Barcelona.



"Sekarang, saya tidak bermain. Jadi saya ada di situasi sulit. Saya tidak bisa bermain bersama Barcelona B karena peraturan di Spanyol tidak memungkinkannya. Ini situasi yang perlu disesali," ujar Vermaelen.

5 Pemain Terbaik Barcelona Sejak Era 1970


Didirikan sejak November 1899, Barcelona telah berevolusi menjadi salah satu klub terbesar dunia. Mereka mendominasi sepak bola di Spanyol maupun Eropa sejak beberapa dekade terakhir.
Barcelona menjadi rumah bagi beberapa nama paling terkenal dari dunia sepak bola. Sejak era 50-an, mereka tak henti menelurkan pemain-pemain terbaik.

Sejarah panjang itu tercipta. Mulai dari era Ladislao Kubala pada 1950-an. Dia merupakan legenda bagi tim dengan meraih lima gelar, termasuk La Liga.

Lanjut lagi, Josep Maria Fuste era 1960-an. Fuste adalah produk asli La Masia dan telah meraih berbagai gelar, seperti Piala Spanyol, hingga Inter-Cities Fairs Cup. Selain itu, ia juga merupakan anggota kunci tim nasional Spanyol yang memenangi Euro 1964.

Lantas, siapa saja pemain terbaik Barcelona yang meneruskan tongkat estafet itu? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda.

1.Johan Cruyff (1970-an)

Tidak diragukan lagi bahwa Johan Cruyff sangat berpengaruh buat Barcelona sebagai pelatih. Namun, itu tidak mengubah dampak besar yang dia buat selama kariernya sebagai pemain selama lima tahun di tim Catalunya itu.

Barcelona memang gagal memenangi La Liga sejak 1960. Sudah tiga kali juara Eropa bersama Ajax, Barcelona mendatangkan Cruyff pada 1973 dengan biaya memecahkan rekor dunia. Kedatangan Cruyff memuaskan dahaga 14 tahun gelar liga dengan memenanginya musim 1973-74.

Meski hanya meraih satu gelar liga bersama klub, dampak psikologis yang ia hasilkan sangat besar. Selama andil singkatnya, dia membantu para penggemar, pemain dan klub itu sendiri mendapatkan kembali semangat dan kepercayaan diri. Salah satunya ketika menghantam Real Madrid, klub yang mendominasi mereka begitu lama, 0-5 oleh pasukan Barcelona yang diisi Cruyff.

2.Bernd Schuster (1980-an)


Sama seperti tahun 1973, Barcelona kembali memecahkan rekor transfer dunia untuk maestro Argentina, Diego Maradona. Tidak seperti Cruyff, Maradona tidak bisa membuat dampak signifikan dalam dua tahun yang singkat. Tahun 80-an Barcelona malah merekrut gelandang muda Jerman bernama Bernd Schuster.

Schuster baru berusia 20 tahun saat membawa Jerman Barat menang pada Euro 1980. Bergabung dengan Barcelona di tahun yang sama, "The Blonde Angel" dengan cepat menjadi tulang punggung tim.

Dengan teknik, visi dan karakternya yang kuat, ia memimpin Barcelona meraih kemenangan La Liga di tahun 1984-85, gelar liga pertama mereka sejak 1974. Bersamaan dengan itu, dia juga jadi salah satu sosok yang membawa Barcelona memenangi tiga Copa Del Rey dan ke final Eropa kedua di 1986 melawan Steaua Bucuresti.

Pada 1988, sebuah perselisihan dengan presiden klub Josep Lluís Núñez menghasilkan langkah mengejutkan ke Real Madrid. Dengan meraih tiga Ballon d'Or di antara sejumlah penghargaan lainnya, tidak diragukan lagi dia adalah pemain Jerman terbesar dalam sejarah La Liga.

3. Ronald Koeman (1990-an)


Setelah mendapatkan kesuksesan dalam beberapa dekade terakhir, Barcelona akhirnya berubah menjadi klub super pada tahun 90-an di bawah arahan Johan Cryuff. Seorang anggota kunci dari tim mengerikan itu adalah Ronald Koeman.

Saat datang ke Barcelona pada 1989, Koeman menjadi salah satu bek terbaik di dunia. Di samping kemampuan bertahannya yang tangguh, dia memiliki kemampuan luar biasa untuk mencetak gol. Dia bekerja sama dengan bintang seperti Hristo Stoichkov, Pep Guardiola, Romario, dan Michael Laudrup untuk memenangi empat gelar liga berturut-turut bersama Barcelona.

Meski tangguh di liga, masih ada sesuatu yang kurang, yakni Piala Eropa. Meski berhasil lolos ke final dua kali, Barcelona belum pernah memenangkan piala tersebut. Koeman mengakhiri hal ini dengan mencetak tendangan bebas spektakuler pada menit ke-112 di final Piala Eropa 1992, dan membuat Barcelona juara.

4. Xavi Hernandez (2000-an)


Pada era 2000-an, Barcelona memiliki skuat impian karena diisi sederet bintang, seperti Ronaldinho, Eto'o, dan Puyol. Namun, Xavi adalah sosok yang paling penting.

Bergabung dengan La Masia pada usia 11, Xavi berhasil masuk ke tim utama pada 1998. Dia hadir di Barcelona selama tahun 2000-an, dari posisi terendah keenam di La Liga hingga puncaknya memenangkan treble.

Hal itu membuktikan kalau Xavi berada di antara pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Kemampuannya yang luar biasa untuk mengendalikan tempo permainan sepanjang 90 menit membuatnya menjadi aset tak ternilai.

Puncak karier Xavi bertepatan dengan kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk Barcelona dan Spanyol. Dia andil dalam meraih Piala Dunia, dua Euro, empat liga Champions, tiga kali finalis Ballon d'Or, dan banyak penghargaan lainnya.

5. Lionel Messi (2010-an)


Dengan segala hormat kepada pemain seperti Iniesta, Busquets dan Pique, tidak satu pun dari mereka bahkan mendekati andil Lionel Messi era 2010-an ini. Bersama Lionel Messi, Anda tidak hanya berbicara tentang pemain terbaik, tapi pemain sepak bola terbesar Barca sepanjang masa.

Dengan visi luar biasa, keterampilan dribbling yang tak tertandingi dan insting mematikan Messi sudah raih segalanya di Barca. Dalam kariernya yang hampir satu dekade, ia telah memenangi empat Liga Champions, delapan gelar La Liga, dan lima penghargaan Ballon d'Or.

Dengan mencetak lebih dari 500 gol untuk klub, Messi menjadi pencetak gol terbanyak Barcelona di Spanyol dan Eropa. Pengaruhnya terhadap klub tidak hanya sebatas lapangan sepak bola. Daya tarik global Messi telah membuat Barcelona menjadi nama yang tenar di seluruh planet ini dan menjadi basis penggemar yang tersebar di ratusan negara.

Dukung Referendum Catalonia, Pique Jadi Sasaran Cemoohan


Bek Barcelona Gerard Pique menerima siulan dari fans saat ia ambil bagian dalam sesi latihan Timnas Spanyol, Senin (2/10/2017). Ketegangan politik di negara tersebut, sepertinya mulai melebar ke olahraga.

Bahkan, laga Barcelona melawan Las Palmas di Camp Nou, Minggu kemarin, berlangsung di tengah kerusuhan di wilayah sekitar referendum Catalonia.

Pique memang dikenal sangat vokal dalam mendukung referendum tentang upaya Catalonia memisahkan diri dari Spanyol. Ini tentu saja memicu reaksi dari orang-orang yang berlainan argumen dalam masalah tersebut.

Pemain berusia 30 tahun, yang telah memenangkan Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa, bahkan menawarkan diri untuk pensiun dari tugas internasional. Itu jika pelatih Julen Lopetegui menganggap kehadirannya sebagai "masalah".

Dan ketegangan melambung tinggi di ibukota Madrid saat Pique dicemooh di lapangan. Sementara, beberapa fans yang hadir mengangkat spanduk berisi pesan inflamasi ke arah pendukung referendum.
Kendati mendukung kemerdekaan Catalonia, Pique ternyata tetap bangga membela tim nasional Spanyol. Pique juga menegaskan tak ada masalah antara timnas Spanyol dengan dirinya.

"Saya selalu mengatakan bermain bagi tim nasional adalah sebuah kebanggaan dan moviasi yang hebat. Fakta kalau pelatih memanggil saya lagi menunjukkan saya bermain dengan bagus," ujar Pique seperti dilansir Marca.